5 Tahap Perjalanan yang Mungkin Dialami Seorang Blogger

Blogging adalah hal yg menyenangkan, bukan? Apalagi bila dirasakan dalam saat memulai, sebagai newbie. Wow, menakjubkan! Seperti halnya waktu kita mengikuti suatu organisasi atau waktu tumbuh menurut bayi sebagai dewasa. Banyak tahapan yang dilewati. Suka sedih, canda tawa, semangat dan putus asa. Pasti sangatlah berkesan. Di dunia blog pun demikian. Secara sadar juga tidak, poly proses yang telah serta akan dilalui, atau justru kandas sama sekali.

Apa saja tahapan itu? Mungkin ada sebagian yg dialami dan ada sebagian lain yang nir dialami ataupun tidak selaras. Namun setidaknya, niscaya ada poin-poin krusial yg mempunyai garis serupa. Tentu saja, tahapan tadi nir lepas berdasarkan pengalaman aku . Jadi mungkin ada banyak hal yg tidak sama persis. Yah, sekedar kilas kembali dan mengenanglah, atau lebih tepatnya introspeksi dan mengingat apa yg dialami serta dipelajari. So, let's start the journey!

Tahap 1. Seorang yang Obsesif serta Bersemangat '45
Seorang bloggger newbie memiliki semangat yg membara. Ketika mulai tahu apa itu blog serta bagaimana dasar ngeblog, antusiasmenya terpantik serta suhu badannya naik (masuk angin kaleee), maksudnya bara barah semangat buat nge-blog sangatlah hebat. Dan pastinya, seorang blogger tahap ini bisa sangat menggila segila mungkin.
Contohnya nih, seseorang newbie mampu saja menciptakan posting sampai 5 posting per hari! Ngebut abis! Bahkan ada juga yang sanggup hingga 20 posting per hari. Hebat gak tuh? Sayangnya, yg 18 dari 20 itu co-pas! (Sobat begitu tidak?!) Selain itu, ngebutnya nir cuma hingga di situ aja, seseorang dalam termin ini mempunyai rasa penasaran yg sangat tinggi, beliau sangat ingin mencoba segala hal, termasuk widget serta plugin. Dia mencoba buat menguasai blognya, sebelum blognya menguasai beliau (cieeee...). So, the adventure of browsing and searching are beginning. Google jadi tongkrongan pertama. Cari widget ini itu, plugin ini itu. Nah yang jadi masalah bukan nyarinya, tapi pas ketemu, semua dipake. Walhasil, semua jenis widget terdapat, dari popular post, widget related post yg bisa muter-muter tuh, recent postwidget chatting, gadget gamenya Google, widget free sms, gadget foto selebriti, widget foto eksklusif, sampe widget jam yg segede jam mesjid pun terdapat, Semuanya dipasang (bahkan sampe desak-friksi lantaran nir muat). "Wah, sip! Blog gue dah keren!".walhasil, page-loading blognya berat banget.
Pada termin ini, seseorang blogger merupakan pengamat yang jeli, mengamati blognya tiada henti. Dari atas ke bawah, dari bawah ke atas lagi. Excited banget lah!

Tahap 2. Seorang Pengamat Statistik Blog yang sangat Antusias
Seorang blogger pada termin ini memiliki pencerahan serta cita-cita tinggi buat melihat seberapa banyak visitor serta pageview. Setiap lima mnt, dia akan selalu melihat stat counter atau visitor counter baik melalui widget juga melalui fitur yg sudah disediakan sang situs platformnya. Dikit-dikit refresh, dikit-dikit refresh, meskipun ternyata belum bikin satu posting pun! Pernah pada suatu ketika saya melonjak kegirangan, "Hore! Akhirnya sudah terdapat 100 pengunjung yg mengunjungi blog gw!" Belakangan, saya baru nyadar kalo ternyata saya wajib mengatur setting 'Don't track your own pageviews' dalam statistik Blogger agar stats nir ikut menghitung kunjungan si pemilik blog. So pasti, ternyata 100 pengunjung ataupun pageview itu ternyata merupakan....... Saya sendiri!
Ketika terdapat satu pengunjung atau pageview terlacak, motivasi terdorong lagi. Tetapi waktu nir ada sama sekali, cita rasanya sangat frustrasi dan seolah-olah pengen bunuh diri. Inilah termin yg berpengaruh, dimana seharusnya penekanan utama merupakan bagaimana membangun blog, membuat konsep (sesederhana apapun), dan mengisi dengan konten berkualitas, dengan penuh perhatian, dan tanpa memikirkan traffic pengunjung terlebih dahulu.

Tahap tiga. Seorang yang Demam Making Money Online
Setelah mengetahui sedikit poly mengenai blogging (serta sebagian akbar terbawa dalam konsep monetisasi), si blogger mulai haus darah, eh....... Maksudnya haus liputan mengenai bagaimana cara making money online. Google kembali sebagai sahabat setia yang memberikan asal keterangan tentang bagaimana mendapatkan uang secara online yang poly sekali jenisnya, mulai menurut PPC, PTC, PPM, PPR, AAA, BBB, BBM, UKM, KB, TKW, PRT, KDRT, atau apapun itu. Segala jenis iklan tentang itu beliau lahap habis.
Kemudian beliau mulai mengenal Google Adsense serta sangat terobsesi buat menerima. Jika cara ini nir berhasil, maka beliau akan mencari alternatif yg sejenis serta berbau "Adsense". Kemudian beliau mulai membuang beberapa widgetnya serta memasang segala bentuk banner, strip ads, dan text link ads pada seluruh bagian halaman blognya, header, post body, semua bagian sidebar, bahkan footer.  Bahkan beberapa iklan sangat mengundang serta merayu menggunakan "blink-blink"nya yg menawan, aduhaiiiii......
Kemudian sang blogger mulai frustrasi, lantaran sesudah 2-tiga bulan, yang didapat cuma 1 dollar saja. Dia kemudian menerima logika buat membuat iklan yg agak memaksa, misalnya 'Bantulah aku buat sekedar beli kado buat pacar' (Hehe, ga gitu banget kali ya). Ada pula yang pake trik pop up window, yang baru nutup kalo diklik iklannya. Tapi kebanyakan bukannya tambah pendapatan, malah pengunjungnya makin berkurang.

Tahap 4. Seorang Pembelajar Tiada Akhir
Ini merupakan termin dimana antusiasme "sedikit" berkurang. Fokusnya bukan lagi pada menulis di blognya sendiri, tapi pada apa yg ditulis sang orang lain. Hal ini berdampak indah. Tetapi terkadang pula, dia sampai lupa menengok atau bahkan menulis di blog sendiri.
Dia mulai mencari-cari artikel mengenai menulis blog, inspirasi-ide menulis artikel blog, serta melihat-lihat killer post (artikel pembunuh, oops, maksudnya artikel yg menghasilkan traffic dan ketertarikan sangat tinggi) milik para narablog populer. Misalnya mengenai "bagaimana membuat jutaan rupiah dalam 1 hari", "cara menulis artikel yang disukai banyak orang tua juga muda", serta lain sebagainya. Hingga akhirnya dia teringat balik akan blognya dan beliau ingin menulis. Tapi.....uaaaaahhhmmm, ternyata telah jam tiga pagi. Besok sajalah. Good nite!

Tahap 5. Seorang Blogger yg "Bebas"
Ini adalah termin dimana si blogger sudah menyentuh sisi kedewasaan. Disebut demikian bukan karena blognya sudah memiliki 100.000 pageview per hari, namun karena sang blogger tadi sudah memiliki pencerahan tinggi tentang apa sebenarnya blogging itu.
Dia memahami apa yang harus dilakukan buat berbagi blognya, memahami serta tahu pentingnya konten yang berkualitas, memahami faktor apa saja buat menjaga kualitas blognya, dan mengetahui hal-hal yang tidak perlu dilakukan, nir berguna, dan memberikan imbas jelek (termasuk resiko bila beliau co-pas artikel blog lain tanpa ijin).
Sang blogger kini memahami benar bahwa blogging bukanlah mengenai membuatnya, melupakannya, dan membuat uang baginya waktu dia tidur. Apa yang terdapat di benaknya merupakan berbagi blog yg bernilai serta berguna bagi orang lain, mengembangkan dan menaikkan kepercayaan dan menjalin komunikasi menggunakan pembacanya, menjaga konsistensi serta motivasi diri agar tidak menurun, dan terus merasa nyaman dan betah dengan blognya tanpa mengkhawatirkan hal lain. Based on the experience, inilah yang justru bisa membentuk sesuatu yg tidak bisa diduga sebelumnya dan pula jumlahnya.

Bagaimana menggunakan sobat? Share your stories here. : p


mencuri adalah pekerjaan pengecut! © tentang-soal.blogspot.com

Tidak ada komentar untuk "5 Tahap Perjalanan yang Mungkin Dialami Seorang Blogger"