7 Tips Efektif Untuk Tetap Fokus Saat Menulis Artikel Blog

Blogging, bagaimanapun, meski hanya menjadi hobi ataupun profesi yg ditekuni dengan serius, membutuhkan fokus tinggi buat memastikan aneka macam hal seperti misalnya kualitas konten, traffic, serta bahkan  upaya menaikkan pendapatan. Akan namun, pada perjalanan memastikan semua pekerjaan tersebut berjalan lancar, ada saja "halangan" yg ditemui, dan kebanyakan merupakan konteks pengenalan diri dimana sekarang kita seluruh telah menjadi netizen yang begitu lazim berurusan dengan social media, mulai dari SMS yang seringkali masuk, Facebook, Twitter, dsb sampai mak yang berongsang lantaran anda belum mencuci piring sehabis makan! Haha, yang terakhir cuma becanda aja. :p

Tentu saja, hal utama dalam Blogging adalah menulis (to blog), dan sudah niscaya menulis membutuhkan komitmen serta fokus yg sangat tinggi. Tahu tidak, apa misteri yang diharapkan oleh artikel yg sobat posting pada blog? Hanya terdapat 2! Yang pertama merupakan konsep mengenai bagaimana artikel sobat mampu menarik traffic, dan yang ke 2 merupakan.... Konsentrasi! Yang terakhir ini bukan main-main efeknya. Meski ditinjau sepele, tapi konsentrasi menentukan output akhir. Semakin sobat penekanan, semakin "Joss" artikel yang dibentuk.

Salah satu alasan saya menulis artikel ini tentunya adalah berdasarkan pengalaman saya pribadi. Ternyata eh ternyata, betapa susahnya menjaga penekanan serta konsentrasi itu. Adaaaa saja "halangannya". Ada ratusan, bahkan ribuan hal yg bisa memecah konsentrasi saat menulis. Ujung-ujungnya: penundaan dan pembatalan menulis artikel posting menjadi konsekuensi yg menyebalkan. Akhirnya aku wajib menyusun siasat demi siasat buat segera "menghancurkan" halangan-halangan itu. Dan memahami nir? Halangan-halangan itu sebenarnya merupakan hal sepele, tetapi saking kita anggap sepelenya, kita jarang memperhatikan dan mengaturnya sedemikian rupa. Selain sebagai sebuah tips ringan, posting ini pula aku tulis menjadi penyegar sesudah kita berkutat menggunakan kode demi kode yg kadang bikin mata burem dan kepala nyot-nyotan. Benar tidak sih faktor-faktor berikut adalah menjadi penghalang? Dan sekaligus berikut tips-tips yg saya rangkum pada 7 poin. Here we go!

1. Set Mobile Phone pada kondisi silent!

Tentu ini bukan hal baru, mematikan nada dering telepon adalah etika tidak tertulis saat anda sedang kuliah, mengajar, belajar, kedap, dan bahkan ketika sholat Jum'at! Telah terbukti bahwa nada dering telepon/sms dapat membuyarkan konsentrasi, nir hanya pemiliknya sendiri, tapi jua semua orang yang mendengarnya. Nah betapa etisnya jua apabila sobat menerapkan hal yg sama waktu menulis blog. Jika menulis blog adalah sebuah kebutuhan serta pekerjaan, maka sudah barang tentu mematikan nada dering HP merupakan galat satu etika eksklusif. Bahkan bagi saya eksklusif, mematikan nada dering saja nir relatif, bunyi getarnya "Zeeebbb.....zzzzeeeebbb...." cukup menggangu telinga serta penekanan juga. Apalagi bila menulis pas tengah malam, hmmmppfff... Kadang bikin kuduk jua merinding! (Apa hubungannya??!!!)

Bertanggungjawab terhadap bunyi panggilan telepon atau SMS memang penting, akan tetapi sobat wajib sanggup membuat komitmen eksklusif buat bisa menentukan prioritas mana yg lebih krusial. Misalnya, bila melakukan cek SMS merupakan prioritas kedua, maka selesaikan dulu menulis blog. Menulis adalah pekerjaan yang sangat penting bila sobat mengaku sebagai blogger.

2. Boikot Social Media!

Tuing! Tiba-datang angka notifikasi Facebook nongol di tab window Facebook yang masih terbuka. Mau tidak mau, ketika menulis artikel blog, notifikasi itu terlihat juga. Otomatis fokus menjadi terpecah. Lalu, pada antara harapan buat melanjutkan proses menulis atau menengok notifikasi itu pun menjadi perang batin... "Hmmmm... Jangan-jangan 'si dia' habis komen pada statusku, ya? Duh, bertanya-tanya...." Setelah itu, kegiatan  menulis blog seketika berubah menjadi menulis puluhan komen berturut-turut.... Selesai telah. Batal, or at least.. Ditunda. Besok ah...

Saya sendiri acapkali sebagai "korban" social media seperti model pada atas. Aktivitas sepele misalnya saling berkomentar di Facebook, tweet, retweet, dll ternyata memakan saat yang banyak, serta, yang paling esensial, bisa menghambat fokus, konsentrasi dan bahkan mood. Apabila sobat telah membuat komitmen dan sasaran buat menerbitkan posting pada jam eksklusif, maka seluruh sanggup buyar gara-gara hal tadi. Selain itu, kualitas artikel nir akan sama lagi lantaran wangsit atau gagasan bisa lenyap atau berubah seketika apabila ada gangguan penekanan. So, boikot social media saat menulis posting!! Kalo perlu sekalian demo aja! (Kidding...).

Tab-tab dalam window browser masing-masing merupakan global yg tidak sama bagi sobat. Pastikan window atau tab yang terbuka berkaitan dengan urusan menulis posting, contohnya post editor, Google, page yg kita jadikan surat keterangan, dan sejenisnya. Selain itu, tutup!

3. Hindari Mengecek Email!

Email sebenarnya bukan indera komunikasi instan dan live. Artinya, kita bisa membuka atau mengecek email saat kita punya saat yang tepat. Tapi umumnya sebagai blogger, yang nir pernah terpisah berdasarkan dunia online dan internet, melakukan checking email menjadi pekerjaan rutin yg tak mungkin dilewatkan. Dikit-dikit refresh, dikit-dikit refresh.... Apalagi bila gunakan pelaksanaan notifikasi email, hmmm... Bakal sibuk tuh mata ngeliatnya. Dan umumnya pula, email sebagai indera komunikasi krusial, dimana hubungan antar personal biasanya lebih formal dan mengandung kepentingan tinggi. Ketika buka email, jreeennnggg.. Terbaca subjek... "Mau Pasang Iklan".... Langsung saja, tanpa ancang-ancang, membuka email tadi, menuliskan ketentuan iklan, jenis iklan, porto iklan, dan seterusnya secara panjang lebar. Bahkan posting yang ditulis tadi baru dapat satu paragraf, eh email yang ditulis telah mencapai 5 paragraf. Batal lagi nulis postingnya. Hmmmm.... 

4. No Chat, alias No Talking-talking!

Meskipun saya belum pernah melakukannya, tapi aku acapkali melihat sahabat kerja saya suka sekali chatting melalui YM pada sela-sela ketika kerja. Menjaga komunikasi dengan orang tercinta merupakan hal penting, tapi bukan berarti wajib pada ketika dimana kita sudah berkomitmen buat melakukan pekerjaan penting. Sepertinya bukan hal yg bisa dimaklumi apabila kita melayani orang yg sedang berada di tempat tinggal saja dan mencari hiburan melalui temannya, sedangkan kita sendiri sebenarnya sedang sibuk bekerja serta "mengadu nasib". Kesalahan siapa? Tentu saja kesalahan kita, lantaran kita memberi peluang pada beliau, sedangkan sebenarnya kita sedang nir dalam kondisi yg sama. Hubungannya menggunakan blogging? Jelas, berbicara bukan pada konteks hal yg sedang dikerjakan, baik melalui teknologi maupun secara eksklusif adalah hal yg nir akan mendukung penyelesaian pekerjaan. So, sssstttt... Diam serta penekanan.

5. Buat Jadwal!

Planning, menciptakan planning atau schedule, jadwal, merupakan hal yang bagi aku langsung merupakan hal penting. Meskipun sampai saat ini, menepati "janji" yang dibentuk sendiri ini merupakan hal yg beratnya minta ampun. "Hidup macam apaaa, jika nir ada planning... Oh..." (agak lebay dikit ah...). Tapi memang sahih.... Menentukan jadwal serta jam eksklusif pada setiap kegiatan yg kita lakukan akan menciptakan hidup lebih tertata. Hari ini, jam berapa aku berangkat kuliah? Sampe jam berapa? Main ke tempat pacar, jam? Trus nulis artikel blog jam berapa? Selesai serta diterbitkan jam berapa? Abis itu, ayo Facebookaaan.....

6. Bantu Diri Sendiri buat Tetap "Menyala"!

Merasa penat, pegal, bosan, encok, atau puyeng (berasal bukan asam urat) adalah hal biasa saat kita sedang melakukan pekerjaan yang membutuhkan intensitas tinggi. Nah, kini saat semua hal berbau mobile, tentu sobat bisa membawa pekerjaan kemana-mana. Jika sobat butuh udara segar, bawa laptop ke tepi kali... Udara sejuk akan membantu mengembalikan konsentrasi serta mengangkat mood pulang. Pada awal-awal saya melakukan pekerjaan menulis, menghabiskan 2 atau tiga gelas kopi adalah hal krusial. Kita kadang butuh penyegar supaya menjaga suatu aktivitas berjalan lancar dan efisien, menggunakan kondisi penyegar tersebut tidak memecah konsentrasi kita.

7. Motivasi Diri Sendiri!

Tidak ada seseorang pun yang dapat menjadi motivator terbaik waktu sobat sedang berurusan dengan pekerjaan yang dikerjakan sendiri. Mario Teguh pun takkan mampu! Motivator yang sempurna adalah diri sendiri. Sobat memilih blogging menjadi sebuah hobi serta bahkan pekerjaan, serta sekarang ketika blogging telah sebagai bagian berdasarkan aktivitas sobat, diharapkan kekuatan internal buat terus mendorong sobat menjalani komitmen itu. Katakan dalam diri sendiri betapa maha pentingnya blog bagi diri sobat serta orang lain. Saya sangat yakin, satu-satunya semangat yg dimiliki blogger merupakan blognya itu sendiri. So, mengapa tidak menghormatinya? Sekali sobat tahu arti penting blog bagi diri sobat, ke-enam poin sebelumnya tidak akan menjadi halangan berarti sama sekali. Dan sekali sobat tahu betapa pentingnya penekanan pada blogging, tidak akan terdapat satupun yang bisa mengganggu aktivitas ngeblog sobat.

Yup, that's the point! Intinya merupakan bagaimana kita bisa menghormati dan melaksanakan komitmen yg sudah dibuat. Mulai cintai blog sobat, dan sobat akan melihat betapa besar imbas cinta sobat, baik dalam bentuk traffic yang berlimpah, readership yg tinggi, serta bahkan pendapatan yg meruah. Have a nice blogging, dudes!

© 2012 - 'til drop. tentang-soal.blogspot.com. All rights reserved.

Tidak ada komentar untuk "7 Tips Efektif Untuk Tetap Fokus Saat Menulis Artikel Blog"