Eksekusi Cambuk bagi 2 Orang Terpidana Mesum dan 5 Penjudi di Aceh


Tujuh terpidana rakyat Silihnara,Kebayakan, Bebesan dan Ketol, Aceh, dihukum cambuk. Mereka adalah parapelaku tindak pidana mesum dan perjudian.
Dalam rilis yang disampaikan Kodim Iskandar Muda, Selasa (12/lima/2015), eksekusidilakukan dalam Kamis (7/lima) kemudian pada halaman gedung olah seni Kota Takengon, Aceh.eksekusi dihadiri sang Danramil 02/Bebesan Capt Inf Siddik serta Bupati BenerMeriah Ir H Nasaruddin MM serta Ketua Mahkmah Syariah Yacoeb Abdullah.
Eksekusi tujuh terpidana tersebut dilaksanakan sang Kejari Takengon. Ada yangdicambuk antara empat sampai 5 kali. Dua terpidana terbukti melakukankhalwat atau mesum serta lima orang terlibat perbuatan maisir atau perjudian.
Dua pelaku khalwat yang dicambuk 5 kali selesainya dipotong masa tahanan duakali merupakan Warga Wih Pesam, Kecamatan Silih Nara, masing-masing berusia 29tahun. Sementara terpidana judi adalah Irfan (22), Bahaiqi (26), Taufan (27)serta Jailani (33). Satu nama lagi tidak disebutkan di pada rilis.
"Untuk menghindari terjadinya kasus serupa terulang lagi, wajib adapengawasan dari setiap keluarga terhadap putra putrinya," kata KaptenSiddik.
Bupati Aceh Tengah Ir H Nasaruddin MM mengungkapkan, agar perkara khalwat ataumaisir tidak terulang lagi, harus ada pengawasan yg dimulai berdasarkan keluarga.
Sementara itu Ketua Makhmah Syariah Takengon Yacoeb Abdullah mengatakanpihaknya tidak bahagia melihat adanya masalah pelanggaran Syariat, tetapi ketikasudah diajukan, maka harus dirampungkan. "Hukuman ini bukan untukmenyakiti para terpidana, melainkan buat pembelajaran sebagai akibatnya bagi yg lainagar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar Syariat Islam," katanya.
(news.dtk.com)

Tidak ada komentar untuk "Eksekusi Cambuk bagi 2 Orang Terpidana Mesum dan 5 Penjudi di Aceh"