HidupMati Mary Jane Tergantung Proses Hukum di Filipina

Poster bergambar Mary Jane pada aksi menolak eksekusi mangkat terhadapnya sang masyarakat Filipina di Hong Kong, 27 April. (REUTERS/Bobby Yip)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terpidana perkara narkoba berasal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, lolos berdasarkan lubang jarum selesainya sanksi matinya ditunda April kemudian, sempurna pada mnt-mnt akhir menjelang aplikasi eksekusi. Tetapi bukan berarti Mary kini lepas dari hukuman meninggal yg telah dijatuhkan kepadanya. (Baca: Kisah Mary Jane Saat Dicegat dan Ditarik dari Grup 9 Terpidana Mati)
Pemerintah RI menyatakan hukuman mati terhadap Mary Jane bukannya dibatalkan, tetapi ditangguhkan untuk menghormati proses hukum pada Filipina yg membutuhkan liputan dia menjadi saksi. (Baca: Perekrut Mary Jane Didakwa Kasus Penyelundupan Narkoba)
Proses aturan pada Filipina yg belum selesai itu membuat Mary Jane belum memikirkan upaya aturan lanjutan buat menghindar dari eksekusi tewas. “Kami masih menunggu proses pada sana,” istilah pembela terdakwa resmi Mary, Agus Salim, kepada CNN Indonesia, Jumat (10/7).
Agus menyatakan proses hukum pada Filipina sampai waktu ini masih berjalan. Mary Jane tetap berada di penjara Lapas Wirogunan selama menaruh kesaksian pada pengadilan Filipina.
Agus menampik gosip yg menyebut hukuman Mary akan segera dilakukan. Sebab bila Mary akan dieksekusi, otoritas terkait pasti akan memberikan keterangan.
Kepala Lapas Wirogunan Zaenal Arifin juga hingga kini belum mendapat liputan tentang eksekusi mati Mary. Sampai sekarang belum terdapat surat pemberitahuan berdasarkan Kejaksaan Agung terkait hal itu. (Baca jua: Mary Jane Menangis Bertemu Pacquiao)
Penundaan hukuman mangkat Mary Jane berlangsung dramatis. Malam hari ketika Mary Jane serta delapan terpidana mangkat gelombang 2 lainnya berjalan menuju Lapangan Tembak Limus Buntu, Nusakambangan, beliau datang-tiba dicegat sejumlah petugas serta diminta balik ke sel.
Eksekusi ditunda selesainya pemerintah Filipina melakukan lobi intensif. Mereka beralasan kabar Mary Jane diharapkan dalam masalah tindak pidana perekrutnya, Maria Kristina Sergio alias Mary Christine Gulles Pasadilla.
Maria mengakui beliau serta pasangannya, Julius Lacanilao, terlibat sindikat perdagangan narkoba internasional. Dia mempunyai beberapa rekan penyelundupan narkoba pada Manila, Hong Kong, serta Malaysia.
Maria menyebutkan bahwa saat dia berada pada Hong Kong, rekannya menawari upah sebesar US$ 5.000 atau Rp 64,9 juta buat menyelundupkan narkoba ke Pantai Gading.
Rekan Maria, warga negara Nigeria bernama Ike itulah yang memberikan koper berisi 2,6 kilogram heroin kepada Mary Jane buat dibawa ke Indonesia dalam 2010.
Setibanya pada Bandara Adisucipto, Yogyakarta, Mary Jane ditangkap lantaran kedapatan membawa narkoba. Ia kemudian diadili, diputus bersalah, dan divonis tewas.(www.cnnindonesia.com)

Tidak ada komentar untuk "HidupMati Mary Jane Tergantung Proses Hukum di Filipina"