Jadi Kurir Narkoba Ibu Penderita HIV Ini Terancam Eksekusi Mati

(Ilustrasi)
W (31) hanya bisa menundukkan ketua menggunakan tatapan kosong waktu banyak kamera menyorot ke arah dirinya dan dua rekan lelakinya, HS (32) serta S alias Koko (49). Perempuan dari Indramayu ini pasrah usai petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkusnya pada Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada pekan kemudian.
Kelopak matanya seperti sedang menahan supaya air mata tidak menetes. Ia ditangkap karena diduga menyelundupkan sabu seberat dua,2 kilogram menurut Malaysia ke Indonesia menggunakan pesawat komersial. Kini dia terancam hukuman meninggal.
"Aku hanya disuruh dia (Koko) mengantar barang, saya nggak memahami barang itu apa," istilah W pada Liputan6.com di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur pada Selasa 7 Juli2019.
Meski mengaku tidak memahami benda apa yg beliau bawa, nyatanya perempuan ini diduga telah berkali-kali menjadi kurir narkoba. Berdasarkan output tes urine saja dia dinyatakan positif memakai sabu.
"Mereka bertiga pula pemakai," ujar Kepala Seksi Penyidikan BNN, Renny, ketika mendampingi ketiga tersangka.
Sementara W mengaku, ia mendapat tawaran mengantar "barang" berdasarkan Koko karena tergoda imbalan uang senilai Rp 15 juta per kilo sabu, apabila berhasil mengantarkan kristal haram tadi. Ia mengaku telah tiga kali menjadi kurir Koko.
"Baru tiga kali (menjadi kurir sabu)," ucap W dengan nada lirih ketika ditanyai telah berapa usang terlibat dalam bisnis gelap narkoba.
Ia mengatakan alasannya adalah bersedia membantu Koko adalah mereka telah lama kenal. Ia mengenal Koko sewaktu bekerja menjadi pemandu lagu di sebuah hotel pada daerah Kota, Jakarta Pusat. Koko waktu itu tiba menjadi tamu pada loka W mencari nafkah. Perkenalan itu, istilah W, berlanjut hingga Koko memberi izin buat tinggal di apartemennya.
"Dulu aku kenal dia (Koko) pada tempat kerja. Dia tamu saya, orangnya baik. Aku dekat lantaran sempat tinggal pada apartemennya," imbuh W terbata-bata.
 HIV
W membeberkan sebenarnya dia jua membutuhkan uang demi mengobati dirinya yg divonis mengidap HIV sejak 4 tahun lalu sang dokter. Penyakit tadi beliau dapat dari suaminya yang telah meninggal beberapa bulan lalu.
"Aku udah nggak kerja pada (loka) karaoke lagi. Aku ke Jakarta karena berobat. Aku sakit HIV," ungkap W yg mengenakan epilog paras serta baju tahanan BNN berwarna biru itu.
Ia bercerita, suaminya dulu merupakan petugas Satpol PP di kawasan Monas. Dari mendiang suaminya, W menerima dua orang anak yg kini diasuh sang ibunya pada kampung laman.
"Suamiku dulu Satpol PP Monas. Aku punya anak 2 dari beliau, sekarang sama bunda," ucap W.
Ia pun membeku ketika ditanya lebih jauh mengenai nasib anak-anaknya setelah dirinya resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh BNN dan dijerat pasal menggunakan maksimal sanksi hukuman meninggal. Dengan bibir bergetar, beliau berkata, "Jangan tanya soal anak aku , kasihan mereka. Aku murung ."
Petugas BNN sebelumnya mengamankan 2 pria berinisial S alias Koko (49) dan HS (32), dan seseorang perempuan W (31) yg kedapatan menyuplai sabu berdasarkan Malaysia ke Indonesia. Penangkapan ketiganya dilakukan dalam Kamis dua Juli2019.
Dari inspeksi ad interim, Koko mengaku dikendalikan sang T buat mengambil sabu di Malaysia. Koko kembali memerintahkan anak buahnya, HS serta W untuk terbang ke Malaysia menemui masyarakat negeri jiran berinisial KA. Kini BNN berkoordinasi menggunakan petugas narkotika Malaysia buat memburu KA.
Para kurir sabu ini menyelundupkan barang haram tersebut menggunakan merekatkannya di antara kedua pangkal paha mereka menggunakan lakban. Setelah itu mereka sengaja memakai baju yang kebesaran yang panjangnya menutupi bagian paha. Namun petugas bandara pun mewaspadai cara jalan mereka yang sedikit mengangkang.
Dari ketiganya, petugas BNN menyita barang bukti berupa 2.246,2 gram sabu selundupan dan uang tunai sebanyak Rp 98,7 juta yg diduga output usaha gelap tadi.
Sementara itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat dua, Pasal 113 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Mereka pun akan dihadapkan menggunakan tuntutan hukuman penjara seumur hidup, bahkan yang lebih berat adalah hukuman tewas. (Liputan6.com)

Tidak ada komentar untuk "Jadi Kurir Narkoba Ibu Penderita HIV Ini Terancam Eksekusi Mati"