Miskonsepsi Keyword Antara Indeks dan SEO

403 Forbidden):

Forbidden

You don't have permission to access /api.phpon this server.

Additionally, a 403 Forbidden

error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

kean, baik berupa kata tunggal maupun frase. Dan pada akhirnya, akan berujung pada keyword yang (). Inilah poin dari hasil pencarian yang dilakukan oleh pengguna yang dengan keinginannya. Maka disini kita berbicara tentang keinginan pengguna/pencari. Sekali lagi, .

( ().

Terindeks belum tentu , sedang sebaliknya, sudah tentu . Saya sering mendengar istilah "menembak keyword", membidik keyword"sejenisnya. Pertanyaannya: apa yang sebenarnya dibidik? Tentu saja anda tidak sedang membidik nama anda sendiri sebagai keyword bukan? Akan sangat jarang sekalibahkan musykil jika ada orang yang mencari nama anda untuk rujukan referensi dokumen yang dicarinya, kecuali anda adalah artis, seniman, politisi,tokoh terkenal lain,orang yang paling dicari oleh polisi internasional. Seperti "Selly, Sang Penipu Cantik" itu misalnya, keyword namanya nangkring berhari-hari di Google.co.id.

, , ,

" menjadi bagian dari nama yang saya pilih. Bukan karena apa yang saya inginkan saja, tapi (semoga) apa yang para pencari inginkan. Jika suatu blog punya nama khas, misalnya Bejo Tukiyo tadikemudian anda mencarinya di  , tentu saja dia akan masuk halaman pertama, karena keyword tersebut sangat khas, sangat sedikit sekali frase seperti itupastinya blog bernama seperti itu akan ada di halaman pertama setelah dilakukan proses indeks/pendaftaran. Pertanyannya: Berapa banyak orang yang mencari dengan katafrase tersebut? Jangan-jangan cuma anda sendiri? Tentu saja, anda yang lebih tahu jawabannya. Terindeks adalah awal dari menjadi

blog yang blog yang


Tidak ada komentar untuk "Miskonsepsi Keyword Antara Indeks dan SEO"