Nah Debt Collector Akan Disertifikasi

Seharusnya penyitaan barang kredit ini dilakukan melalui komunikasi persuasif.

Profesi penagih utang (debt collector) ke depannya tidak sanggup sembarang, berasal garang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong harus disertifikasi serta bisa menerapkan ketentuan yang diberlakukan dalam melakukan kegiatannya.
Kami mengupayakan pada semester 2 tahun2019 ini sertifikasi pada debt collector akan diberlakukan dan aturannya yang sama pada seluruh Indonesia, istilah Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo di Manado, Kamis (9/7).
Anto mengungkapkan ketika ini, tunjangan profesi ad interim disiapkan oleh asosiasi pembiayaan di Indonesia.
Ia menegaskan, para penagih utang tak bisa jua berlaku sembarangan pada mereka yang ditagih. Kami akan mengatur menggunakan memberikan tunjangan profesi kepada debt collector, karena penyitaan itu harus melibatkan polisi, pungkasnya.
Diakui, penagihan yg dilakukan debt collector masih marak terjadi di tengah jalan. Padahal, seharusnya penyitaan barang kredit ini dilakukan melalui komunikasi persuasif.
Di sisi lain, beliau membenarkan, pembenahan cara penagihan para debt collector ini nir misalnya membalikkan telapak tangan. Sebab, adanya perjanjian fiducia sebagai hambatan tersendiri bagi OJK. "Pada perjanjian pembiayaan, umumnya disertakan perjanjian fiducia. Jadi, perusahaan pembiayaan berhak menyita barang itu, namun terlebih dahulu memberikan surat pemberitahuan (SP) sampai tiga kalo," pungkasnya.
Langkah tunjangan profesi diyakini sanggup sebagai terobosan buat ini.
Sumber : Antara 

Tidak ada komentar untuk "Nah Debt Collector Akan Disertifikasi"