TUGAS KONSEP KEPEMIMPINAN TIPETIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN

TUGAS 


KONSEP KEPEMIMPINAN 

( TIPE-TIPE DAN SIFAT KEPEMIMPINAN ) 



O L E H 

KELOMPOK II 


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN 

AVICENNA KENDARI 

2014 

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Lantaran atas segala rahmat dan karunia-Nya jualah sebagai akibatnya makala ini yg berjudul Konsep Kepemimpinan ( Tipe-Tipe dan Sifat Kepemimpinan ) dapat terselesaikan. 

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan kendala akan tetapi dengan donasi menurut banyak sekali pihak tantangan itu mampu teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang sudah membantu pada penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. 

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekuranganya. Oleh karenanya menggunakan nrimo serta hati yang terbuka penulis mengharapkan pada para pembaca untuk menaruh saran serta kritik yg sifatnya membangun demi sempurnanya makalah ini. 

Kendari, Juli2019 



Kelompok II 






BAB I 

PENDAHULUAN 

1.1. Latar Belakang 

Perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks serta kompetitif, menuntut setiap organisasi buat bersikap lebih responsif supaya sanggup bertahan dan terus berkembang. Untuk mendukung perubahan organisasi tersebut, maka diperlukan adanya perubahan individu. Proses menyelaraskan perubahan organisasi dengan perubahan individu ini tidaklah mudah. Pemimpin sebagai panutan pada organisasi, sebagai akibatnya perubahan wajib dimulai berdasarkan tingkat yang paling atas yaitu pemimpin itu sendiri. Maka dari itu, organisasi memerlukan pemimpin reformis yang sanggup menjadi motor penggerak yg mendorong perubahan organisasi. 

Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu hayati berkelompok, beserta-sama dan saling berhubungan satu sama lain menggunakan demikian maka perlu adanya kepemimpinan. Seperti didunia bisnis serta didunia lain pendidikan. Pemerintahan negara merupakan seorang pemimpin sangat menentukan menurut tercapainya kesuksesan serta efisiensi kerja. Pemimpin yang baik merupakan pemimpin yg sanggup membawa forum / organisasi pada sasaran dalam jangka ketika yang ditentukan. 

Di zaman terbaru kini ini, seseorang pemimpin sangat diharapkan, namun pemimpin pula lahir bukan lantaran keturunan menurut seseorang bangsawan atau bakat yg dibawanya sejak lahir. Namun perlu adanya pendidikan serta pengalaman sebagai bekal. Para pakar kepemimpinan sudah menaruh aneka macam defisini mengenai kepemimpinan, dan membentuk berbagai konsep dan teori kepemimpinan. 

Kepemimpinan adalah proses yang sangat penting pada setiap organisasi karena kepemimpinan inilah yang akan menentukan sukses atau gagalnya sebuah organisasi. Jika perusahaan, tempat tinggal sakit, universitas atau tim atletik mengalami kesuksesan, maka direktur, rektor, atau pelatihlah yang memperoleh acungan jempol. Akan namun, sebaliknya, jika terjadi kegagalan, mereka pulalah yg memperoleh teguran, kritik, atau bahkan diganti. Jadi salah satu elemen pokok yg sebagai perhatian setiap organisasi yaitu bagaimana caranya buat menarik, melatih atau mempertahankan orang – orang yg akan sebagai pemimpin – pemimpin yang efektif. 

1.dua.rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang pada atas, maka permasalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah konsep kepemimpinan ( tope-tipe serta sifat kepemimpinan ) 

1.tiga.tujuan 

Adapun yang menjadi tujuan menurut penulisan makalah ini merupakan : 

1. Untuk mengetahui Pengertian Kepemimpinan 

2. Untuk mengetahui Tipe-Tipe Kepemimpinan 

3. Untuk mengetahui Sifat Kepemimpinan 

1.4.manfaat 

Adapun yang sebagai manfaat berdasarkan penulisan makalah ini merupakan 

1. Membuat kita tahu Pengertian Kepemimpinan 

2. Membuat kita tahu Tipe-Tipe Kepemimpinan 

3. Membuat kita memahami Sifat Kepemimpinan 




BAB II 

PEMBAHASAN 

2.1.pengertian Kepemimpinan 

Secara etimologi kepemimpinan berasal berdasarkan kata dasar “pimpin” (lead) berarti bimbing atau tuntun, dengan begitu pada dalam terdapat dua pihak yaitu yang dipimpin (warga ) serta yg memimpin (imam). Setelah ditambah awalan “pe” menjadi “pemimpin” (leader) berarti orang yg mensugesti pihak lain melalui proses kewibawaan kominikasi sehingga orang lain tadi bertindak sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Dan setelah ditambah akhiran “an” menjadi “pimpinan” artinya orang yang mengepalai. Apabila dilengkapi menggunakan awalan “ke” menjadi “kepemimpinan” (leadership) berarti kemampuan dan kepribadian seorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakuakan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga menggunakan demikian yg bersangkutan sebagai awal struktur serta pusat proses gerombolan (Inu Kencana, 2003). Jadi kepemimpinan adalah aktivitas buat menghipnotis perilaku orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Miftah, 1997). 

· Menurut Winardi 

Seorang yg memiliki kecakapan langsung menggunakan atau tanpa pengangkatan resmi, bisa mempengaruhi kelompok yg dipimpin buat mengarahkan upaya bersama pada pencapaian tujuan. 

· Menurut Young (dalam Kartono, 2003) 

Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang bisa mendorong atau mengajak orang lain buat berbuat sesuatu yg berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan mempunyai keahlian spesifik yang tepat bagi situasi yang spesifik. 

· Menurut Stoiner 

Kepemimpinan merupakan suatu proses mengarahkan dan mempengarui kegiatan yang herbi tugas 

· Menurut Nawawi 

Kepemimpinan adalah suatu proses hubungan antara seseorang pemimpin dengan sekelompok orang yang mengakibatkan seorang atau grup berbuat yang sesuai menggunakan kehendak pemimpin. 

· Menurut Tead; Terry; Hoyt (pada Kartono, 2003) 

Kepemimpinan yaitu aktivitas atau seni menghipnotis orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tadi untuk membimbing orang lain pada mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan gerombolan . 


Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan adalah kemampuan mensugesti orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laris bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yg diinginkan sang kelompoknya, buat mencapai tujuan organisasi atau grup. 


2.2.tipe-Tipe Kepemimpinan 

Tipe kepemimpinan akan identik menggunakan gaya kepemimpinan seseorang. Tipe kepemimpinan yg secara luas dikenal dan diakui keberadaannya merupakan : 

1. Tipe Otokratik 

Seorang pemimpin yg tergolong otokratik mempunyai serangkaian ciri yang umumnya dilihat menjadi ciri yg negatif. Seorang pemimpin otokratik merupakan seseorang yang egois. Egoismenya akan memutarbalikkan informasi yg sebenarnya sinkron dengan apa yang secara subjektif diinterpretasikannya menjadi fenomena. Menganggap organisasi merupakan miliknya. Pemimpin membuat keputusan sendiri. Seorang pemimpin yang otoraktis mempunyai karakteristik-karakteristik: 

· Menganggap organisasi menjadi milik langsung 

· Mengidentikan tujuan eksklusif menggunakan tujuan organisasi 

· Menganggap bawahan menjadi indera semata-mat 

· Tidak mau menerima kritik saran serta pendapat 

· Dalam tindakan acapkali mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur pemaksaan. 

· Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan 


Dengan egoismenya, pemimpin otokratik melihat peranannya sebagai asal segala sesuatu pada kehidupan organisasional. Egonya yg akbar menumbuhkan serta mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya. Dengan persepsi yg demikian, seorang pemimpin otokratik cenderung menganut nilai organisasional yg berkisar dalam pembenaran segala cara yang ditempuh buat pencapaian tujuannya. Berdasarkan nilai tadi, seorang pemimpin otokratik akan memperlihatkan perilaku yg menonjolkan keakuannya pada bentuk : 

· Kecenderungan memperlakukan bawahan sama menggunakan indera lain pada organisasi 

· Pengutamaan orientasi terhadap aplikasi serta penyelesaian tugas 

· Pengabaian peranan bawahan pada proses pengambilan keputusan 


2. Tipe Paternalistik 

Tipe kepemimpinan pathernalistis, memiliki ciri eksklusif yaitu bersifat fathernal atau kebapakan. Kepemimpin seperti ini memakai dampak yang sifat kebapakan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yg dilakukan sifat terlalu sentimentil. Sifat-sifat umum menurut tipe pemimpin paternalistis bisa dikemukakan menjadi berikut: 

· Menganggap bawahannya sebagai manusia yg tidak dewasa. 

· Bersikap terlalu melindungi bawahan 

· Jarang menaruh kesempatan pada bawahannya buat mengambil keputusan. Karena itu jarang serta pelimpahan kewenangan. 

· Jarang memberikan kesempatan pada bawahannya tuk berbagi inisyatif daya ciptaan. 

· Sering menduga dirinya maha tau. 

Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diharapkan. Akan tetapi dilihat berdasarkan segi sifar-sifar negatifnya pemimpin faternalistis kurang menerangkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yg dipimpinnya. Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah pada kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yg sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.tipe pemimpin ini umumnya masih ada pada rakyat tradisional. 

Persepsi seorang pemimpin yang paternalistik tentang peranannya dalam kehidupan organisasi dapat dikatakan diwarnai oleh harapan bawahan kepadanya. Harapan bawahan berwujud hasrat agar pemimpin mampu berperan menjadi bapak yg bersifat melindungi dan layak dijadikan sebagai tempat bertanya serta untuk memperoleh petunjuk, memberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan bawahannya.popularitas pemimpin yang paternalistik mungkin disebabkan sang beberapa faktor diantaranya : 

· Kuatnya ikatan primordial 

· Extended family system 

· Kehidupan warga  

· Peran adat norma yg kuat 

· sMasih dimungkainkan interaksi eksklusif yg intim 

Pemimpin yang paternalistik mengharapkan supaya legitimasi kepemimpinannya merupakan penerimaan atas peranannya yang mayoritas dalam kehidupan organisasional. Berdasarkan persepsi tersebut, pemimpin paternalistik menganut nilai organisasional yg mengutamakan kebersamaan. Nilai tadi mengejawantah pada sikapnya misalnya kebapakan, terlalu melindungi bawahan. Sikap yang demikian tercermin dalam perilakunya berupa tindakannya yang mendeskripsikan bahwa hanya pemimpin yang mengetahui segala kehidupan organisasional, pemusatan pengambilan keputusan pada diri pemimpin. Dengan penonjolan dominasi keberadaannya serta fokus bertenaga dalam kebersamaan, gaya kepemimpinan paternalistik lebih bercorak pelindung, kebapakan serta pengajar. 

3. Tipe Kharismatik 

Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik yg khas yaitu daya tariknya yg sangat memikat sebagai akibatnya bisa memperoleh pengikut yang sangat akbar serta para pengikutnya nir selalu bisa menjelaskan secara nyata mengapa orang eksklusif itu dikagumi. Pengikutnya nir mempersoalkan nilai yang dianut, sikap, dan perilaku dan gaya yang digunakan pemimpin itu. 


4. Tipe Laissez Faire 

Persepsi seorang pemimpin yang laissez faire melihat perannya menjadi polisi lalu lintas, dengan asumsi bahwa anggota organisasi sudah mengetahui serta relatif dewasa buat taat dalam peraturan yang berlaku. Seorang pemimpin yang laissez faire cenderung menentukan kiprah yang pasif dan membiarkan organisasi berjalan berdasarkan temponya sendiri. Nilai yg dianutnya umumnya bertolak menurut filsafat hidup bahwa manusia dalam dasarnya mempunyai rasa solidaritas, memiliki kesetiaan, taat dalam kebiasaan, bertanggung jawab. 

Nilai yang tepat pada interaksi atasan –bawahan merupakan nilai yg berdasarkan pada saling mempercayai yg akbar. Bertitik tolak dari nilai tadi, perilaku pemimpin laissez faire umumnya permisif. Dengan perilaku yg permisif, perilakunya cenderung mengarah pada tindakan yg memperlakukan bawahan menjadi akibat berdasarkan adanya struktur dan hirarki organisasi. Dengan demikian, gaya kepemimpinan yang digunakannya akan dicirikan sang : 

· Pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif 

· Pengambilan keputusan diserahkan kepada pejabat pimpinan yang lebih rendah 

· Status qua organisasional nir terganggu 

· Pengembangan akal budi dan bertindak yg inovatif dan kreatif diserahkan kepada anggota organisasi. 

· Intervensi pemimpin dalam perjalanan organisasi berada pada taraf yg minimal. 

5. Tipe Demokratik 

Ditinjau menurut segi persepsinya, seseorang pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator. Karenanya, pendekatan pada menjalankan fungsi kepemimpinannya adalah keseluruhan dan integralistik. Seorang pemimpin yg demokratik menyadari bahwa organisasi harus disusun sedemikian rupa sebagai akibatnya menggambarkan secara jelas aneka tugas dan kegiatan yg wajib dilaksanakan demi tercapainya tujuan organisasi. Seorang pemimpin yang demokratik melihat bahwa dalam perbedaan sebagai kenyataan hidup, wajib terjamin kebersamaan. 

Nilai yang dianutnya berangkat dari filsafat hidup yang menjunjung tinggi harkat dan prestise manusia, memperlakukan insan menggunakan cara yang manusiawi. Nilai tersebut tercermin menurut sikapnya dalam hubungannya menggunakan bawahannya, contohnya dalam proses pengambilan keputusan sejauh mungkin mengajak peran dan bawahan sehingga bawahan akan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar . Dalam hal menindak bawahan yg melanggar disiplin organisasi dan etika kerja, cenderung bersifat korektif dan edukatif. Perilaku kepemimpinannya mendorong bawahannya buat menumbuhkembangkan daya inovasi serta kreativitasnya. Karakteristik lainnya adalah kecepatan memberitahuakn penghargaan kepada bawahan yang berprestasi tinggi. Berdasarkan persepsi, nilai, perilaku, serta perilaku, maka gaya kepemimpinannya umumnya mengejawantah pada hal: 

· Pandangan bahwa sumber daya dan dana yang tersedia bagi organisasi, hanya dapat digunakan oleh insan dalam organisasi buat pencapaian tujuan dan sasarannya. 

· Selalu mengusahakan pendelegasian wewenang yg simpel dan realistik 

· Bawahan dilibatkan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan 

· Kesungguhan yg konkret dalam memperlakukan bawahan sebagai mahluk politik, sosial, ekonomi, dan individu dengan karakteristik serta jati diri yang spesial  

· Pengakuan bawahan atas kepemimpinannya berdasarkan pada verifikasi kemampuan memimpin organisasi menggunakan efektif.


6. Milliteris 

Perlu diparhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud menggunakan seseorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya nir seluruh pemimpin dalam militer merupakan bertipe militeristis. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 

· Dalam menggerakkan bawahan buat yg telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan menjadi alat utama. 

· Dalam menggerakkan bawahan sangat suka memakai pangkat serta jabatannya. 

· Senang pada formalitas yang berlebihan 

· Menuntut disiplin yang tinggi serta kepatuhan mutlak menurut bawahan 

· Tidak mau mendapat kritik berdasarkan bawahan 

· Menggemari upacara-upacara buat banyak sekali keadaan. 


7. Tipe Kepemimpinan Populistis 

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yg tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan dan donasi hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali perilaku nasionalisme. 

8. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif 

Kepemimpinan tipe administratif adalah kepemimpinan yang sanggup menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya umumnya terdiri menurut teknokrat-teknokrat serta administratur-administratur yg sanggup menggerakkan dinamika modernisasi serta pembangunan. Oleh karena itu bisa tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien pada pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini dibutuhkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern serta perkembangan sosial ditengah warga . 

2.tiga. Sifat-Sifat Kepemimpinan 

Mempelajari daya kepemimpinan dari adanya ciri-karakteristik kualifikasi serta keterampilan seseorang yg diberlakukan bagi keberhasilan seseorang pemimpin 

1. Jujur 

2. Bertanggung jawab 

3. Visioner 

4. Disiplin 

5. Bekerja sama 

6. Adil 

7. Peduli 

Sifat Kepemimpinan yang diharapkan sang seorang pemimpin dalam suatu organisasi wajib memiliki kriteria-kriteria tertentu, dimana kriteria tersebut berdasarkan George R. Terry (1992: 156) merupakan sebagai berikut : 

· Penuh Energi. Untuk tercapainya kepemimpinan yg baik maka dibutuhkan energi yg baik pula, jasmani juga rohani. Seorang pemimpin harus sanggup bekerja dalam jangka panjang dan pada saat tidak eksklusif. Lantaran itu kesehatan fisik juga mental sahih-benar diperlukan sang seorang pemimpin. 

· Memiliki stabilitas emosi. Seorang pemimpin yang efektifitas harus melepaskan diri dari berburuk sangka, kecurigaan terhadap bawhannya dan tidak boleh cepat naik pitam. Sebaliknya beliau wajib tegas, konsekuen dan konsisten dalam tindakan-tindakannya. 

· Memiliki pengetahuan mengenai manusia. Mengungat tugas yang penting berdasarkan pemimpin maka pemimpin yang baik harus mengetahui interaksi antara manusia tersebut. Ia wajib menhetahui banyak mengenai sifat-sifat orang, bagaiman mereka mengadakan reaksi terhadap sesuatu tindakan atau situasi yang bermacam-macam, apa dan bagaimana kemampuan yang mempunyai buat melaksanakan tugas yang dibebankan tadi. 

· Motivasi langsung. Keinginan buat memimpin harus tiba menurut dorongan batin dan pribadinya sendiri dan bukan perasaan dari luar dirinya. 

· Kemahiran komunikasi. Seorang pemimpin wajib bisa serta cakap pada mengutarakan gagasan baik secara ekspresi juga goresan pena. Hal ini sangat penting buat dapat mendorong maju bawahan, memberikan atau menerima fakta bagi kemajuan serta kepentingan beserta. 

· Kecakapan mengajar. Mengajar merupakan jalan terbaik buat memajukan orang-orang ataupun menyadarakan orang atas pentingnya tugas-tugas yg dibebankan dan sebagainya. Pemimipin wajib bisa menaruh petunjuk-petunjuk, mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi, mengajukan saran-saran, mendapat saran-saran serta sebagainya. 

· Kecakapan sosial. Seorang pemimpin harus mengetahui benar mengenai manusia dan warga , kemampuan-kemampuannya juga kelemahan-kelemahannya. Ia wajib memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang-orang menggunakan berbagai ragam sifatnya. 

· Kemampuan teknis. Dengan mempunyai kemampuan teknis yg tinggi menurut seorang pemimpin akan lebih mudah mengadakan koreksi jika terjadi suatu kesalahan aplikasi tugas dari bawahannya. 



BAB III 

PENUTUP 

3.1. Kesimpulan 

Kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Tipe kepemimpinan akan identik menggunakan gaya kepemimpinan seseorang. Tipe kepemimpinan yg secara luas dikenal dan diakui keberadaannya merupakan : 

- Tipe Otokratik, Seorang pemimpin yg tergolong otokratik memiliki serangkaian karakteristik yang umumnya dicermati sebagai ciri yg negatif. Seorang pemimpin otokratik adalah seseorang yang egois. 

- Tipe Paternalistik, Tipe kepemimpinan pathernalistis, memiliki ciri eksklusif yaitu bersifat fathernal atau kebapakan. Kepemimpin misalnya ini memakai dampak yang sifat kebapakan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yg dilakukan sifat terlalu sentimentil. 

- Tipe Kharismatik, Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik yg khas yaitu daya tariknya yg sangat memikat sebagai akibatnya bisa memperoleh pengikut yang sangat akbar serta para pengikutnya nir selalu bisa menjelaskan secara nyata mengapa orang eksklusif itu dikagumi. Pengikutnya nir mempersoalkan nilai yang dianut, sikap, dan perilaku dan gaya yang digunakan pemimpin itu. 

- Tipe Laissez Faire, Seorang pemimpin yang laissez faire cenderung menentukan kiprah yang pasif serta membiarkan organisasi berjalan dari temponya sendiri. Nilai yg dianutnya umumnya bertolak menurut filsafat hayati bahwa manusia dalam dasarnya memiliki rasa solidaritas, mempunyai kesetiaan, taat dalam norma, bertanggung jawab. 

- Tipe Demokratik, Seorang pemimpin yang demokratik menyadari bahwa organisasi harus disusun sedemikian rupa sebagai akibatnya menggambarkan secara jelas aneka tugas serta kegiatan yang harus dilaksanakan demi tercapainya tujuan organisasi. Seorang pemimpin yang demokratik melihat bahwa dalam perbedaan menjadi kenyataan hidup, harus terjamin kebersamaan. 

- Milliteris, Perlu diparhatikan terlebih dahulu bahwa yg dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak seluruh pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis 

Sifat Kepemimpinan yang diharapkan sang seorang pemimpin dalam suatu organisasi wajib memiliki kriteria-kriteria tertentu, dimana kriteria tersebut berdasarkan George R. Terry (1992: 156) merupakan sebagai berikut : 

o Penuh Energi. 

o Memiliki stabilitas emosi 

o Memiliki pengetahuan mengenai insan. Motivasi eksklusif. 

o Kemahiran komunikasi. 

o Kecakapan mengajar 

o Kecakapan sosial. 

o Kemampuan teknis. 

3.dua. Saran 

Diharapkan sesudah membaca makalah ini, kita ( khususnya mahasiswa ) dapat memahami lebih dlam lagi konse kepemimpinan


DAFTAR PUSTAKA

.
Numbery,Freddy.2010.Kepemimpinan Sepanjang Zaman. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer
YW.sunindhia, SH, Kepemimpinan Dalam Masyarakat Modern, Jakarta, PT. RinekaCipta, 1993
//kadri-blog.blogspot.com/2010/11/tipe-tipe-kepemimpinan.html
//materi-paksyaf.blogspot.com/2013/09/konsep-kepemimpinan_6583.html
//noviaanggraini27.blog.com/2011/06/09/makalah-kepemimpinan-dalam-organisasi-grup-novia-anggraini-bakri/
//reniandriani065.blogspot.com/2014/04/gaya-kepemimpinan-mat-ompk.html
//revolsirait.com/tag/makalah-kepemimpinan
//rthdwiastuti.wordpress.com/2011/12/30/mengenai-kepemimpinan-berdasarkan-yg-lebih-seringkali-dipimpin-opini/
//www.sriudin.com/2010/04/tipe-gaya-kepemimpinan.


Tag search :
konsep kepemimpinan,konsep kepemimpinan,konsep kepemimpinan dalam islam,konsep kepemimpinan dalam keperawatan,konsep kepemimpinan pengajar,konsep kepemimpinan islam,konsep kepemimpinan ketua sekolah,konsep kepemimpinan pendidikan,konsep kepemimpinan dalam pendidikan,konsep kepemimpinan pdf,konsep kepemimpinan ppt
Tentang-soal.

You may like these posts